Resep Keripik Tempe

AdminDesa/ Agustus 16, 2020/ Tak Berkategori/ 0 comments

Ilustrasi keripik tempe

Tempe merupakan bahan olahan yang lazim ditemui di Indonesia. Tempe dapat dengan mudah ditemukan di pasar tradisional maupun pasar modern. Harganya yang murah, rasa yang enak, mudah dimasak, menjadi alasan mengapa tempe menjadi makanan favorit bagi masyarakat Indonesia. Kali ini, kami akan membagikan resep cara membuat keripik tempe.

Keripik tempe merupakan salah satu makanan olahan khas dari Desa Karangsari. Keripik tempe cocok sebagai cemilan di waktu senggang ataupun saat belajar. Rasanya yang gurih dan renyah tentu saja disukai orang-orang.

 Berikut resep pembuatan keripik tempe:

Bahan-bahan:

1. 15 sdm tepung beras [setara dengan 250 gr]

2. 7 sdm tepung tapioca [setara dengan 125 gr]

3. 2 papan tempe super [tekstur padat] per papan beratnya 600 gr

4. 1 butir telur utuh [bisa diskip]

5. 1 bungkus Royco atau kaldu

6. Garam sesuai selera

7. Air sekitar 300-350 ml [kalau tidak menggunakan telur, volume air ditambah sekitar 100 ml]

8. Minyak untuk menggoreng secukupnya

9. Bumbu yang dihaluskan

10. 3 siung bawang putih

11. 1 siung bawang merah

12. 1 sdt ketumbar

13. 2 ruas kencur

14. 2-3 buah kemiri

Langkah pembuatan:

1. Tempe diiris tipis. Agar tipis, cara mengirisnya bisa menggunakan pisau yang tajam. Satu papan tempe bisa jadi 30-32 tempe tergantung  ketebalan dan ukuran. Sisihkan.

2. Semua bahan dicampur bersama bumbu halus juga air, lalu aduk hingga rata. Pastikan tekstur adonan tidak terlalu encer dan juga tidak terlalu kental. Jika tidak menggunakan telur, sebaiknya adonan lebih encer sedikit agar hasilnya kriuk dan tidak keras

3. Kemudian celupkan irisan tempe satu persatu ke dalam adonan tepung dan goreng dalam minyak panas, aduk bolak balik hingga kuning keemasan dan angkat

4. Setelah dingin masukkan ke toples atau kemas sesuai selera

Tips and trick:

1. Jika ingin hasil tempe yang super renyah dan kesat (tidak berminyak), ketika tempe sudah dingin kita bisa mengovennya sebentar dengan suhu rendah. Tempe bisa dioven di suhu 100oC api atas bawah selama 20 menit. Hasilnya tempe jadi garing dan kriuk. Jika sudah dingin, tempe bisa dikemas rapat. Tempe yang disimpan dapat awet 2-3 bulan karena selama ditutup rapat tekstur tempe tetap kriuk

2. Kualitas tempe juga berpengaruh pada hasil tempe goreng. Karena itu, pastikan menggunakan tempe kualitas bagus, yang padat dan matangnya pas.

3. Penggunaan air takarannya sekitar 300-350 ml. Jika ingin adonan kental cukup 300 ml maka tekstur tepung tempe jadi tebal. Kalau mau tipis-tipis saja maka gunakan air sebanyak 350 ml. Intinya sesuai selera

4. Perbandingan tepung beras dan tepung tapioka itu 2:1. Jika tepung berasnya 200 gr maka tepung tapiokanya cukup 100 gr. Jadi mudah diingat atau dikonversi

5. Penggunaan telur dalam resep ini bisa dilewatkan karena memang hasilnya tidak terlalu berbeda. Jika menggunakan telur, tempe akan renyah tetapi sedikit empuk. Sementara, jika tidak menggunakan telur, renyahnya itu garing. Penggunaan telur juga dapat ditambahkan untuk menambah nutrisi pada keripik tempe. Untuk menekan biaya produksi, penggunaan telur bisa dilewatkan.

6. Jika tidak menggunakan telur, harus dipastikan adonan tidak terlalu kental agar hasilnya tidak alot dan keras. Adonan dapat dibuat seperti adonan peyek.

7. Pastikan tempe goreng yang sudah digoreng dan didinginkan disimpan di wadah tertutup untuk menghindari tempe tidak renyah lagi.

8. Penggunaan tepung tapioka bisa diganti dengan tepung sagu. Hasilnya kriuk tempe dapat menjadi lebih lembut, tetapi warnanya lebih gelap, bukan kuning keemasan seperti menggunakan tepung tapioka.

Tempe sendiri memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan, di antaranya:

1. Membantu menurunkan kadar kolesterol jahat

2. Membantu menurunkan tekanan darah

3. Membantu menjada sistem pencernaan

4. Membantu mencegah kanker

5. Membantu mengatasi gejala menopause

6. Sumber energi

Sumber: https://cookpad.com/id/resep/3594787-keripik-tempe-goreng-kriuk-tahan-2-3-bulan-bisa-untuk-bisnis-keripik-tempe

Share this Post

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*